Rafael Struick Bertekad Tunjukkan Performa Terbaik demi Kembali ke Timnas Indonesia

Rafael Struick menunjukkan tekad kuat untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia setelah lebih dari satu tahun tidak mendapatkan panggilan ke skuad senior Garuda. Penyerang Dewa United Banten FC tersebut memilih fokus meningkatkan kualitas permainannya di kompetisi domestik daripada terlalu memikirkan peluang dipanggil pelatih John Herdman. Dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026, Struick menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras dan memberikan kemampuan maksimal bersama klub. Perkembangan pemain berusia 23 tahun itu menjadi perhatian pencinta Sepak Bola Indonesia, terutama setelah ia mulai mendapatkan menit bermain lebih konsisten pada musim 2026/2027.
Penyerang Dewa United Fokus Membuktikan Kemampuan Terbaiknya
Rafael Struick berusaha menjaga fokus dalam memperjuangkan peluang tampil di level internasional. Meski sudah cukup lama tidak mendapatkan panggilan, Struick tidak ingin menyerah. Ia memilih memberikan perhatian utama pada kualitas permainan di kompetisi domestik. Menurut Struick, bekerja keras dan memberikan kemampuan maksimal merupakan langkah paling masuk akal. Sikap profesional tersebut menunjukkan pemahaman terhadap persaingan.
Ketika memberikan keterangan pada 28 Oktober 2026, Struick mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin memasang harapan berlebihan. Sikap yang disampaikan sang pemain bukan berarti ia kehilangan keinginan membela Indonesia. Di balik sikap realistis itu, Struick masih ingin mendapatkan kesempatan apabila pelatih memberikan kepercayaan. Struick menyadari bahwa kesempatan bermain harus diperoleh melalui penilaian performa. Dengan mempertimbangkan keadaan tersebut, ia berusaha meningkatkan kontribusi melalui kesempatan bermain yang diperoleh.
Performa Rafael Struick Bersama Dewa United Mulai Meningkat
Perjalanan Rafael Struick bersama Dewa United mulai memperlihatkan peningkatan pada awal musim 2026/2027. Dalam tujuh pertandingan pertama, Struick tidak pernah absen memperkuat klub. Sebanyak lima laga tersebut dimulai sebagai pemain utama. Perkembangan menit bermain tersebut menunjukkan keterlibatan yang lebih besar dalam rencana permainan klub. Tidak hanya mendapat menit bermain, Struick mencatatkan kontribusi satu gol serta satu umpan gol dari tujuh pertandingan. Kontribusi tersebut menunjukkan perkembangan dibandingkan periode sebelumnya.
Apabila dibandingkan dengan musim 2025/2026, peningkatan keterlibatan Struick terlihat cukup jelas. Pada musim lalu, ia mengalami kesulitan menghasilkan gol dalam 21 penampilan liga dengan total 646 menit bermain. Situasi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan efektivitas. Sementara pada musim ini, Struick telah mengumpulkan 507 menit dalam tujuh pertandingan. Peningkatan tersebut mendukung proses peningkatan kepercayaan diri. Apabila kontribusi positif dapat dipertahankan, peluangnya untuk mendapatkan perhatian pelatih timnas dapat meningkat.
Konsistensi Bermain Jadi Kunci Kebangkitan Rafael Struick
Bagi seorang penyerang, kesempatan bermain secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas. Penyerang perlu mendapatkan pengalaman langsung untuk memperbaiki pengambilan keputusan ketika berada di depan gawang. Bagi pemain yang berusaha kembali ke timnas tersebut, peningkatan menit bermain memberikan pengalaman yang lebih berkelanjutan. Selain kemampuan mencetak gol, penyerang juga harus memahami kebutuhan taktis tim. Karena itu, performa Struick tidak cukup dinilai dari gol semata.
Satu gol dan satu assist memang belum menjadi angka yang sangat besar. Namun demikian, perkembangan tersebut tetap memiliki arti positif bagi Struick setelah melewati fase permainan yang kurang produktif. Dalam upaya menarik perhatian John Herdman, Struick dapat memperkuat kontribusi ofensif melalui penyelesaian peluang yang lebih baik. Kualitas dalam menekan lawan juga menjadi bagian penting. Dengan peningkatan pada berbagai aspek, peluangnya mendapatkan perhatian pelatih berpotensi meningkat.
Perjalanan Struick Setelah Tidak Lagi Mendapat Panggilan Garuda
Penampilan terakhir Struick bersama Timnas Indonesia senior terjadi pada Maret 2025. Ketika menghadapi Socceroos, Indonesia harus menerima kekalahan 1-5. Usai penampilan tersebut, Struick pernah berada dalam rombongan timnas tetapi tidak kembali memperoleh menit bermain. Kesempatan terakhir masuk skuad senior tercatat ketika Indonesia menjalani pertandingan Juni 2025 menghadapi China dan Jepang. Sejak saat itu, ia mengalami masa absen panjang dari skuad senior.
Selama membela Timnas Indonesia senior, Struick mencatatkan 23 caps. Jumlah pertandingan internasional itu memberikan modal penting dalam bersaing melawan berbagai negara. Sekalipun absen dari pemanggilan timnas senior, Struick tetap mendapatkan kesempatan bersama tim nasional usia muda, termasuk Timnas U23 dan U22. Kesempatan memperkuat tim kelompok umur menjadi bagian perjalanan internasionalnya. Akan tetapi, kesempatan kembali ke skuad senior tetap menjadi target yang berbeda.
John Herdman Menjadi Penentu Peluang Rafael Struick
Dalam periode kepelatihan John Herdman, Struick masih menunggu kesempatan masuk skuad. Kondisi yang dialaminya menjadi tantangan bagi sang penyerang. Seorang pelatih tim nasional dituntut memilih pemain berdasarkan kebutuhan sebelum mengumumkan skuad pertandingan. Tingkat kesiapan pertandingan, performa bersama klub, serta kebutuhan posisi tertentu menjadi bagian penting dari pertimbangan. Karena itu, Struick tetap harus menghadapi persaingan meskipun pernah menjadi bagian skuad Garuda.
Kompetisi memperebutkan posisi depan menuntut penampilan kompetitif dari setiap kandidat. Dalam upaya Struick kembali ke timnas, kesempatan tampil reguler memberikan kesempatan membuktikan perkembangan. Jika produktivitas serangannya terus berkembang, peluang bersaing dengan penyerang lain bisa semakin terbuka. Akan tetapi, produktivitas bukan satu-satunya ukuran. Kemampuan membantu pertahanan mempunyai nilai taktis. Dengan tetap menjaga fokus bersama klub, Struick mempunyai kesempatan memperkuat posisinya untuk kesempatan kembali membela Indonesia.
Penutup: Kerja Keras di Dewa United Jadi Harapan Struick
Sikap profesional pemain berusia 23 tahun tersebut menunjukkan bahwa dirinya belum menyerah meskipun belum menerima panggilan sejak Juni 2025. Upaya memprioritaskan penampilan klub membuka ruang meningkatkan kualitas. Sepanjang awal kompetisi terbaru, Struick berhasil menyumbang satu gol serta satu umpan gol. Perkembangan keterlibatan di klub dapat mendukung perbaikan performa. Pada persaingan Sepak Bola profesional, kemampuan mempertahankan konsistensi memegang peranan penting.
Meskipun peluang pemanggilan belum pasti, Rafael Struick berkomitmen meningkatkan kontribusinya. Dengan pengalaman 23 caps senior, ia mempunyai pengalaman yang dapat dimanfaatkan. Fokus yang perlu dipertahankan adalah menunjukkan performa secara konsisten. Jika penampilannya semakin meningkat, kesempatan memperkuat Timnas Indonesia berpotensi datang lagi. Menurut Anda, apakah Rafael Struick layak mendapatkan kesempatan kembali jika terus tampil konsisten bersama Dewa United? Jangan ragu menyampaikan pandangan Anda mengenai performa Rafael Struick.








